Lomba Foto dan Video On The Spot – Kirab Budaya Mertiwono 2026 hadir sebagai bagian dari rangkaian acara Kenduri Budaya Mangunan.
Kompetisi ini mengajak masyarakat untuk melihat Mangunan dari sudut pandang yang lebih dekat, mulai dari bentang alam berupa hutan, perbukitan, sungai, dan lanskap, hingga berbagai aktivitas budaya, tradisi, serta kehidupan masyarakat yang berlangsung di dalamnya.
Tema Lomba
Mengusung tema “Hutan Mangunan, Sumber Kehidupan”, peserta dapat menuangkan kreativitas melalui karya fotografi maupun videografi yang mampu menggambarkan hubungan harmonis antara alam dan budaya Mangunan.
Kategori Lomba
Tersedia dua kategori yang bisa diikuti:
- Fotografi
- Videografi
Setiap peserta dapat mengirimkan maksimal 3 karya terbaik untuk setiap kategori.
Ketentuan Umum
- Terbuka untuk masyarakat umum.
- Pendaftaran gratis tidak dipungut biaya.
- Maksimal mengirimkan 3 karya per kategori.
- Peserta boleh mengikuti kedua kategori.
- Akun media sosial peserta tidak boleh dikunci.
- Karya harus orisinal dan belum pernah memenangkan lomba lain.
- Pengambilan karya dilakukan pada 10 Oktober 2026 saat Kenduri Budaya Mangunan.
- Karya tidak boleh mengandung unsur SARA, pornografi, kekerasan, atau melanggar hukum.
- Peserta bertanggung jawab atas izin penggunaan objek/model dalam karya.
- Hak cipta tetap menjadi milik peserta.
- Panitia/KPH/BPHL Wilayah VIII Surabaya berhak menggunakan karya untuk publikasi, dokumentasi, dan promosi non-komersial dengan mencantumkan nama peserta.
- Panitia tidak bertanggung jawab atas sengketa hak cipta atau klaim pihak ketiga.
- Panitia, dewan juri, dan keluarga inti panitia/juri tidak diperbolehkan mengikuti lomba.
- Wajib follow @lombafotodanvideobphlsurabaya, like dan repost postingan yang disematkan.
- Keputusan dewan juri bersifat final dan mengikat.
Ketentuan Karya Fotografi
- Sesuai tema “Harmonisasi Alam dan Budaya Mangunan”.
- Format JPEG/JPG.
- Sisi terpanjang minimal 2.000 piksel.
- Editing hanya diperbolehkan untuk penyesuaian dasar.
- Tidak diperbolehkan melakukan komposit atau menambah/menghapus objek.
- Wajib menyertakan metadata EXIF asli.
- Peserta siap menyerahkan file RAW apabila diperlukan untuk verifikasi.
Ketentuan Karya Videografi
- Sesuai tema “Harmonisasi Alam dan Budaya Mangunan”.
- Format MP4 atau MOV.
- Minimal Full HD 1080p.
- Durasi 60–180 detik.
- Editing diperbolehkan, termasuk color grading, pemotongan klip, transisi, teks, dan subtitle.
- Musik atau audio wajib copyright free atau merupakan karya orisinal.
- Penggunaan drone diperbolehkan dengan tetap mematuhi regulasi penerbangan dan izin pengelola kawasan.
Total Hadiah Rp16 Juta
Bukan cuma pengalaman dan karya yang bisa dibawa pulang. Kompetisi ini menyediakan total hadiah sebesar Rp16.000.000.
Kategori Fotografi
- Juara I: Rp3.000.000
- Juara II: Rp2.000.000
- Juara III: Rp1.000.000
- Juara Favorit: Rp750.000
Kategori Videografi
- Juara I: Rp3.500.000
- Juara II: Rp2.500.000
- Juara III: Rp1.500.000
- Juara Favorit: Rp1.000.000
Setiap pemenang juga akan mendapatkan piagam penghargaan.
Jadwal Lomba
- Publikasi & Pendaftaran: 30 September–8 Oktober 2026
- Pengambilan Foto/Video: 10 Oktober 2026
- Batas Pengumpulan Karya: 17 Oktober 2026
- Seleksi & Penjurian: 6 November 2026
- Pengumuman Pemenang: 7 November 2026 (tentatif)
- Penyerahan Hadiah: Panggung Terbuka Telaga Mardigdo, Pinussari, Mangunan, bersamaan dengan Rakernas KPH (tentatif)
Catatan: Seluruh jadwal dapat berubah sewaktu-waktu. {codeBox}
Kriteria Penilaian
- Kesesuaian tema
- Komposisi dan teknik visual
- Orisinalitas dan kreativitas
- Kualitas teknis audio/grafis
Pendaftaran dan Guidebook
- Link pendaftaran: Form pendaftaran lomba foto & video Mangunan 2026
Kontak dan Informasi
- WhatsApp: 0889-9417-1665
- Email: Lombafotodanvideobphl@gmail.com
- Instagram: @lombafotodanvideobphlsurabaya | @bphl8_surabaya | @kphyogyakarta_
Kalau kamu punya cara sendiri dalam melihat sebuah tempat, inilah waktunya untuk menuangkannya ke dalam karya. Abadikan alam dan kehidupan masyarakat Mangunan dari sudut pandangmu.
Siapkan kamera, datang pada momentum Kenduri Budaya Mangunan, dan jadikan momen tersebut sebagai karya yang bernilai.
