Sayembara Desain Gerbang Batas DIY 2026


Memasuki sebuah wilayah tentu bukan hanya sebatas berpindah tempat, melainkan harus ada pengalaman visual dan emosional yang menyertainya. Hal inilah yang mendorong Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menghadirkan sayembara desain gerbang batas wilayah yang tidak hanya berfungsi sebagai penanda administratif, tetapi juga simbol identitas daerah.

Melalui sayembara ini, peserta diajak merancang gerbang atau gapura yang mampu merepresentasikan keistimewaan Yogyakarta, baik dari sisi budaya, filosofi, hingga karakter ruangnya. Di tengah semakin padatnya mobilitas antardaerah, kehadiran penanda batas yang kuat secara visual menjadi elemen penting dalam membangun kesan pertama bagi siapa pun yang memasuki wilayah DIY.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro Tata Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai upaya menghimpun gagasan kreatif yang kontekstual, realistis, sekaligus berdaya guna.


Tema dan Tagline

Tema lomba yaitu "Gerbang penanda batas sebagai representasi identitas, keistimewaan, budaya, dan citra wilayah DIY".

Dengan mengusung tagline "Menandai Batas, Menegaskan Identitas".


Siapa yang Bisa Ikut?

Kompetisi ini terbuka luas bagi kalangan yang memiliki latar belakang arsitektur, baik profesional maupun akademisi.
  • Arsitek profesional.
  • Mahasiswa/i program studi arsitektur di seluruh Indonesia.
  • Peserta dapat berupa individu atau tim (maksimal 3 orang).
  • Panitia dan dewan juri tidak diperkenankan mengikuti sayembara.


Ketentuan Umum

Agar desain tetap fokus dan relevan, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan:
  1. Objek utama berupa gerbang/gapura penanda batas wilayah.
  2. Tidak merancang keseluruhan kawasan (bukan placemaking).
  3. Desain harus kuat secara visual dan tepat secara teknis.
  4. Memperhatikan keselamatan fungsi jalan dan RUMIJA.
  5. Konsep harus kontekstual, simbolik, dan realistis.
  6. Area sekitar hanya sebagai potensi pengembangan terbatas.
  7. Lokasi perancangan:
    • Karangwuni, Rongkop, Gunungkidul (perbatasan timur)
    • Sindutan, Temon, Kulon Progo (perbatasan barat)


Ketentuan Karya

Peserta diwajibkan menyusun karya secara sistematis dan komunikatif.
  1. 4 lembar poster ukuran A2.
  2. Orientasi bebas (potret/lanskap) namun konsisten.
  3. Format soft file: 1 PDF (gabungan seluruh poster).
  4. Pengiriman ke: penandabatas.2026@gmail.com
  5. Hard file dicetak warna dan dikirim ke sekretariat.
  6. Isi minimal tiap poster:
    • Poster 1: Analisis lokasi & gagasan desain
    • Poster 2: Siteplan & posisi terhadap jalan
    • Poster 3: Konsep desain bangunan inti
    • Poster 4: Detail teknis, struktur, material, dan RAB
  7. Finalis (Juara 1–3) wajib menyiapkan maket sebagai bagian penilaian akhir.


Hadiah Sayembara

Total hadiah yang ditawarkan cukup besar dan menarik:
  • Juara 1: Rp40.000.000 + sertifikat
  • Juara 2: Rp20.000.000 + sertifikat
  • Juara 3: Rp10.000.000 + sertifikat
  • Harapan 1: Rp5.000.000 + sertifikat
  • Harapan 2: Rp5.000.000 + sertifikat


Timeline

Berikut jadwal lengkap yang perlu dicatat peserta:
  • 17 April 2026: Peluncuran sayembara
  • 17 April – 22 Juni 2026: Pendaftaran & pengumpulan karya
  • 27 April 2026: Penjelasan daring
  • 23 – 25 Juni 2026: Penjurian tahap 1
  • 29 – 30 Juni 2026: Penjurian tahap 2
  • 13 – 15 Juli 2026: Penjurian akhir
  • 22 Juli 2026: Pengumuman pemenang


Kriteria Penilaian

Penilaian dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi estetika:
  • Konsep & Gagasan (30%): relevansi dengan konteks dan identitas
  • Desain & Estetika (30%): kekuatan visual dan komposisi
  • Teknis & Material (15%): keamanan dan realisme
  • Implementabilitas (15%): kemudahan pembangunan
  • Penyajian Poster (10%): kejelasan dan komunikasi visual
  • Opsional Voting Publik (5–10%)


Link Pendaftaran & Informasi

Pendaftaran:

TOR & dokumen teknis:


Kontak

  • WhatsApp: 0813-5932-2311(Vandhy)
  • Instagram: @humasjogja

Sayembara ini memberikan kesempatan kepada kita untuk ikut membentuk wajah perbatasan Yogyakarta di masa depan.

Jika kamu memiliki visi tentang bagaimana sebuah gerbang bisa “bercerita”, ini saatnya menuangkannya dalam karya nyata.

Post a Comment

Silahkan tuliskan pesan pada kolom komentar yang telah disediakan dibagian bawah.

Previous Post Next Post

Contact Form